Berita Blog Terbaru Hari Ini

ads

11/29/2016

Israel Masih Dalam Lautan Api

Kebakaran yg melanda wilayah pendudukan penjajah Israel masih berlanjut di hari ke enam,dimana gelombang api yg sebelumnya banyak aktif di Haifa,kini di Halamish sejumlah titik api bermunculan.

Sebagaimana dilansir oleh Jerusalem Onlilne (27/11/2016) bahwa kini,kebakaran yg melanda wilayah penjajahan Zionis telah menyebabkan setidaknya 1.800 apartemen dan 10 ribu hektar lahan terbakar.

Kabakaran masih berlanjut meski telah dikerahkan 2.000 tenaga pemadam kebakaran yg dibantu oleh tenaga dari 15 negara.

Empat tim pemadam kebakaran Palestina bergabung utk memadamkan kebakaran tersebut .
Seorang pejabat senior mengatakan kepada surat kabar Haaretz,sebagaimana dilansir 5pillarsuk.com (26/11/2016),bahwa Koordinator Aktivitas Pemerintahan “Israel” di daerah akan mengawasi kerjasama antara pemadam kebakaran Palestina dan “Israel”.

Rusia,Turki,Yunani,Italia,Kroasia,dan Siprus juga membantu melawan kobaran api, sementara AS telah setuju utk mengirim Boeing 747 pesawat pemadam kebakaran “Supertanker”

http://rahmiusi.blogspot.com/2016/11/israel-masih-dalam-lautan-api.html

LUKA BERAT
Kebakaran hebat yg terus meluas ini telah menyebabkan banyak orang di “Israel” terluka, tiga diantaranya mengalami luka serius,lansir Al-Bawaba.

Pihak berwenang pada Sabtu (26/11/2016) menyatakan bahwa tiga orang tersebut menderita luka berat saat api melahap bangunan di pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Radio “Israel” melaporkan bahwa api menjalar dengan cepat karena kondisi cuaca kering dan berangin.

“Israel” telah meminta bantuan internasional,sementara pesawat,truk dan petugas pemadam kebakaran telah diterbangkan dari negara-negara Eropa,negara-negara Arab dan Amerika Serikat.pemadam kebakaran lokal “Israel” menyatakan kelelahan setelah berjuang melawan api berhari-hari.

Sementara itu,pemerintah“Israel”menangkap lebih dari 12 orang atas tuduhan pembakaran.
Baca JUga:Foto Israel Lautan Api
Ratusan rumah rusak di “Israel”.Di utara kota Haifa,sekitar 200 keluarga kehilangan tempat tinggal, portal berita Ynet melaporkan.Ribuan orang telah dievakuasi dari daerah yg berada di bawah ancaman kebakaran.(awe/dari berbagai sumber). 
Share:

0 comments:

Posting Komentar